Pembalap Mercedes dan F1 GP Azerbaijan 2017

Pembalap Mercedes dan F1 GP Azerbaijan 2017. Valtteri Bottas merupakan pembalap F1 Mercedes, mengatakan bahwa kejadian yang dialaminya dalam lomba balap F1 GP Azerbaijan 2017 dalam Sirkuit jalan raya Kota Baku yang berlangsung akhir pekan lalu, telah memberikan makna tersendiri untuknya. Hal ini karena dirinya yang sempat menempati posisi ke 20, dan satu putaran dibelakang, malah akhirnya berakhir di finish kedua podium.

Pembalap Mercedes dan F1 GP Azerbaijan 2017

Pembalap Mercedes dan F1 GP Azerbaijan 2017

Pembalap Mercedes dan F1 GP Azerbaijan 2017

Bottas yang menjalani balapan di posisi start kedua, akhirnya harus turun di posisi buncit, dan masih tertingal satu putaran usai mengalami insiden di lap pertamanya dengan pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen yang menyebabkan kebocoran ban. Setelahnya kembali ke lap teratas periode Safety Car pertama, dia mulai merangkak naik.

Ditambah lagi, tim mekanik Mercedes dapat dengan segera memperbaiki kerusakan yang terjadi pada diffuser yang dialami Bottas ketika balapan dihentikan. Akhirnya, ketika balapan dimulai kembali, dia kini memiliki mobil yang makin cepat, dan konsisten pada paruh balapan kedua. Yang akhirnya Bottas berhasil menyalip Lance Stroll (Williams) tepat sebelum mencapai garis finish untuk memperoleh podium kedua, dengan catatan waktu hanya selisih 0,1 detik dari pembalap Williams tersebut.

“Ketika saya melihat ban saya hancur, ini akan menghacurkan mobil, karena dari tikungan kedua untuk menuju pit rasanya sangat lama mengendarai mobil tersebut. Hal ini yang menjadikan saya tertinggal satu putaran, dan hal tersebut menyebalkan.” Ungkap Bottas seperti yang telah dikutip.

F1 GP Azerbaijan 2017

“Akan tetapi insiden tersebut juga menunjukkan bahwa anda tidak boleh menyerah ketika berlomba. Setelahnya, balapan menjadi sedikit gila, dan Safeti Car yang menjadikan saya semakin dekat dengan pembalap di depan.” Sambungnya.

Masih dalam penjelasan Bottas, pada periode Safeti Car di putaran berikutnya, yang kemudian bendera merah. Yang tentunya hal tersebut menunjukkan bahwa dirinya kini berada dalam satu putaran yang sama dengan pembalap lain atau pemimpin balapan, siap untuk bersaing, yang juga dengan kondisi mobil yang jauh lebih baik.

“saya mengalami kerusakan pada mobil, dan mereka mampu memperbaiki denga sangat baik, ketika periode bendera merah. Terdapat lubang yang cukup besar pada sisi diffuser, dan mereka dapat memperbaiki dengan sangat baik. Saya pun juga mengalami kesulitan dengan sedikit oversteer, akan tetapi mobil jadi sedikit berbeda usai periode bendera merah.” Tutur pembalap Mercedes tersebut.

Bottas kemudian mengatakan bahwa dia sangat menikmati sensasi membalap dari belakang dengan merangsek kedepan, terutamanya adalah saat dia bersaing dengan Stroll di akhir balapan.

“Yang pasti saya sangat menikmatinya. Hal ini karena ketika anda tertinggal satu putaran diawal balapan, yang kemudian balapan berlangsung normal, tidak banyak hal yang terjadi, dan berakhir begitu saja. Akan tetapi disini saya pikir ini adalah contoh yang sangat baik, yakni untuk anda jangan mudah menyerah.” Tutup pembalap 27 tahun tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *