Masya Allah, Inilah yang Terjadi pada Penghuni Kubur Ketika Kita Ziarahi

Posted on

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Tentulah kita sudah sering membaca dan mendengar ayat di atas. Ya, setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, dan seketika seseorang mampu melewati fase tersebut, bisa dikatakan jika dirinya tengah memanen apa yang ditanamnya selama di dunia. Jadi, intinya sudah tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki karena waktu tidak akan kembali.

Nah, jika kebaikan yang ditanam, maka balasannya kenikmatan, namun sebaliknya, jika keburukan yang ditanam, hasilnya akan dirasakannya sendiri. Karena hal inilah, Rasulullah SAW kemudian bersabda ”Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).” Hadis yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi (no. 2307), Ibnu Majah (no. 4258), An Nasa’I (4/4), dan Ahmad (2/292,293) ini jelas menyuruh kita untuk selalu mengingat kematian. Artinya, dengan memperbanyak mengingat kematian, kita tidak akan menyia-nyiakan waktu luang sedetik pun.

Lantas bagaimana cara mudah untuk selalu mengingat kematian? Salah satunya yakni dengan ziarah kubur. Ada cukup banyak manfaat atau faedah yang bisa didapat dari ziarah kubur. Dan amalan ini termasuk yang disyariatkan. Dari Buraidah Ibnul Hushaib RA, Rasulullah SAW bersabda ” Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah.”

Manfaat Ziarah Kubur

Ibadah atau amalan satu ini tak hanya bermanfaat bagi kita yang menziarahi, namun ternyata amalan satu ini memiliki manfaat yang luar biasa untuk sohibul kubur. Sebagaimana yang disampaikan oleh Al Munawi (Faidhul Qaadir, 88/4): ”Tidak ada obat yang paling bermanfaat bagi hati yang kelam selain berziarah kubur…. Ziarah kubur itu sangat dahsyat pengaruhnya untuk mencegah hitamnya hati dan mengubur sebab-sebab datangnya dosa. Tidak ada amalan yang sedahsyat ini pengaruhnya.”

Sebagaimana yang dilansir dari whatisquran, Rasulullah SAW menegaskan manfaat dari ziarah kubur bagi pelakunya, beliau bersabda “Dahulu aku melarang kalian untuk berziarah kubur, sekarang berziarahlah karena ziarah dapat melembutkan hati, membuat air mata menetes, dan mengingatkan akhirat. Dan janganlah kalian mengucapkan al hujr.” (HR. Al Hakim (1/376)

Keduanya mengungkapkan jika ada hikmah yang tersembunyi dalam ziarah kubur, yakni ketika seseorang melihat kubur pada suasana yang sepi, kemudian merenung jika suatu saat nanti dia juga bernasib sama dengan sang penghuni kubur. Diam dan tak memiliki daya apapun. Hingga kemudian sadar jika hidup tak selamanya. Dibutuhkan bekal yang banyak sebagai persiapan untuk perjalanan selanjutnya.

Loading...

Ini yang terjadi pada shohibul qubur ketika ada yang menziarahinya

Tak hanya bermanfaat bagi si pelaku, sang shohibul qubur juga mendapatkan manfaat dari amalan yang dilakukan oleh si penziarah. Sebagaimana hadis berikut ini: “Aisyah bertanya: Apa yang harus aku ucapkan bagi mereka (shahibul qubur) wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Ucapkanlah: Assalamu ‘alaa ahlid diyaar, minal mu’miniina wal muslimiin, wa yarhamullahul mustaqdimiina wal musta’khiriina, wa inna insyaa Allaahu bikum lalaahiquun (Salam untuk kalian wahai kaum muslimin dan mu’minin penghuni kubur. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului (mati), dan juga orang-orang yang diakhirkan (belum mati). Sungguh, Insya Allah kami pun akan menyusul kalian.” (HR. Muslim no.974)

Doa di atas tentulah isinya mendoakan kebaikan pada shohibul qubur di mana isinya permintaan agar penghuni kubur bisa diselamatkan dari siksa kubur dan juga dari azab neraka. Hadis d iatas secara tidak langsung juga menunjukkan jika doa orang yang masih hidup masih berpengaruh terhadap mereka yang wafat terlebih dulu.

Doa dari para peziarah ini tentulah menjadi salah satu yang paling diharapkan oleh mereka yang telah wafat terlebih dulu. Ya, bagaimana tidak? Seseorang yang telah wafat sudah tidak mampu lagi menambah amal ibadahnya, dan salah satu cara menambah berat timbangannya yakni doa dari kita.

Sayangnya, manfaat diatas dikhususkan bagi mereka yang meninggal dalam keadaan muslim. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW, dari Aisyah RA, “Nabi pernah keluar ke Baqi’, lalu beliau mendo’akan mereka. Maka Aisyah menanyakan hal tersebut kepada beliau. Lalu beliau menjawab: ‘Sesungguhnya aku diperintahkan untuk mendoakan mereka’.” (HR. Ahmad (6/252)

Lantas bagaimana dengan mereka yang meninggal dalam keadaan nonmuslim?

Bagi mereka yang meninggal dalam keadaan kafir (nonmuslim), maka manfaat ini pun tidak berlaku. Bahkan kita tidak diperkenankan untuk berdoa memintakan ampunan kepada mereka sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Namun, jikalau ziarah kubur kita niatnya sebagai pemberi pemberi peringatan diri atau mengambil I’tibar, dibolehkan.

Adapun diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, Rasululllah SAW bersabda ketika sampadi di negeri Kaum Tsamud, Hijr, kepada para sahabatnya, ”Janganlah kamu memasuki negeri orang-orang yang kena siksa kecuali dalam keadaan menangis! Jika kamu tidak menangis, maka janganlah masuk agar tidak ditimpa azab sebagaimana yang menimpa kepada mereka.” (HR. Bukhari)

Bolehnya ziarah kubur juga tertera dalam sabda beliau, “Nabi pernah menziarahi makam ibu beliau. Lalu beliau menangis. Tangisan beliau tersebut membuat menangis orang-orang di sekitarnya. Lalu beliau bersabda: “Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan untuk ibuku. Tapi Dia tidak mengizinkannya. Dan aku meminta izin untuk menziarahi makam ibuku, maka Dia mengizinkannya. Maka berziarahlah kalian karena ziarah tersebut dapat mengingatkan kalian kepada kematian.” (HR. Muslim 3/65)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *